Sumber, BSinews.id
Sebuah novela tentang bekerja, bicara, dan pulih
Kausalina Esthirinahayu, S.P., Gr
Sinopsis Singkat (untuk marketplace / LYNK.ID / caption)
Sinopsis Singkat (untuk marketplace / LYNK.ID / caption)
Untuk pembaca budiman yang mau novel seperti ini, boleh menghubungi kami.
Dua puluh empat jam sehari, dan Aruni tetap merasa tidak punya waktu. Sampai sebuah jam
saku peninggalan Eyang tiba dari Madura, dan seorang lelaki tua bersweter oker mengaku
bernama Waktu. Aturannya sederhana, tetapi tidak mudah: delapan jam untuk bekerja, delapan
jam untuk bicara, delapan jam untuk pulih.
Novela realisme magis yang hangat tentang batas,
kejujuran, dan keberanian untuk hadir bagi orang-orang yang kita sayang.
Sinopsis Lengkap
Aruni Prameswari, 34 tahun, koordinator proyek di sebuah perusahaan logistik di Surabaya,
tidak merasa dirinya pemalas. Ia bangun pukul lima, pulang setelah lampu parkiran menyala, lalu
bekerja lagi di rumah. Namun waktunya terasa seperti ember bocor: seberapa pun ia isi, selalu
menetes entah ke mana. Panggilan tak terjawab dari Ibu ia hitung sebagai "nanti". Sahabat dan
adiknya pun terbiasa dengan kata yang sama.
Suatu malam, sebuah kotak dari Bulik Ningsih di Kamal, Madura, tiba. Isinya jam saku kuningan
peninggalan Eyang Sekar dengan tiga busur warna (terakota, sage, oker), masing-masing
bertuliskan angka 8, dan secarik pesan: *"Jangan meminta waktu. Ajaklah ia bicara."*
Menjelang subuh, Waktu hadir sebagai lelaki tua berkacamata bulat yang menyajikan teh melati
dan satu pelajaran penting: yang bocor bukan waktunya, melainkan wadahnya yang tidak
berdinding.
Dengan Metode 8+8+8, Aruni belajar bekerja sepenuhnya lalu berhenti sepenuhnya, berani
menolak rapat malam dengan jujur, menelepon Ibu tanpa alasan, meminta maaf kepada sahabat
yang setahun menunggu, serta merawat tubuh lewat tidur utuh, tanah, dan benang rajut. Ketika
tender besar menggoda Aruni kembali ke kebiasaan lama, jam saku berhenti berdetak, dan ia
harus memilih antara berlari atau berjalan bersama Waktu.
Lewat lima bab yang ringkas dan lembut, novela ini mengajak pembaca bertanya: siapa yang
selama ini kita biarkan menunggu, dan bagaimana jika waktu bukan musuh, melainkan teman
Blurb Sampul Belakang
"Jangan meminta waktu. Ajaklah ia bicara."
Kata Kunci / Tagar
#8plus8plus8 #WorkLifeBalance #NovelaIndonesia #RealismeMagis
#KetikaWaktuMenjadiTokohUtama #yikausalina

Komentar
Posting Komentar