Langsung ke konten utama

Keahlian Kompetitif yang membuat AI klepek klepek

                                                                       ðŸ’™ðŸ’™ Kausalina
 


Tahun 2026 diprediksi akan menjadi tahun yang sangat sibuk dengan berbagai agenda besar di bidang olahraga, teknologi, dan kebijakan baru, terutama di Indonesia.

Kericuhan luar negeri dengan berbagai politik dan permasalahannya, 'still fighting' dan 'struggle' 'always' techno and hobi menjadi pratinjau dunia anak muda untuk mengembangkan kepak sayapnya.  

Kita semua pasti sudah bersahabat dengan AI atau kecerdasan buatan, dimana memasuki tahun 2026, Kecerdasan Buatan (AI) tidak lagi sekadar alat eksperimental, melainkan telah menyatu dalam struktur kehidupan sehari-hari dan strategi bisnis global.

Anak muda kelahiran 2000 an yang nggak mau di bilang gaptek pasti menggunakan tool ini dalam pencitraan dirinya. Lalu bagaimana sebenarnya manfaat nyata sesungguhnya.

Seorang pendidik mencitrakan dirinya dengan melihat karakter muridnya, seorang Dokter mencitrakan dirinya dengan membaca diagnosa pasiennya, lalu ... 

 Okay AI kamu memang pintar, ❤

Berikut karier yang menonjol tanpa menggubris AI :

1. HCI (Human-Computer Interaction)

Human-Computer Interaction (HCI) merupakan bidang yang menggabungkan psikologi, ilmu komputer, dan desain untuk menciptakan teknologi yang bersifat intuitif 

2. Ilmu Kognitif

Ilmu kognitif berada di titik temu antara psikologi, ilmu saraf, ilmu komputer dan filsafat. Pendekatan interdisipliner ini diprediksi akan menghasilkan lulusan yang paham dengan cara berpikir manusia serta bagaimana manusia memproses informasi.  

3. Ilmu Komunikasi

Di tengah arus konten-konten AI, komunikasi khas manusia justru terasa lebih autentik dan bernilai. Mahasiswa komunikasi dilatih untuk membaca isyarat sosial, membangun kepercayaan, mengelola konflik, dan mempengaruhi orang lain. Kemampuan tersebut hanya dimiliki oleh manusia dan sulit ditiru oleh mesin..

4. Kesehatan Masyarakat

Bidang kesehatan, Jurusan kesehatan tergolong dalam kelompok gaji tertinggi. Bidang ini memadukan analisis data dan pemecahan masalah berbasis manusia.
Para profesional kesehatan masyarakat memanfaatkan teknologi AI untuk melacak penyakit, alokasi sumber daya, dan pemodelan prediktif. Namun, keputusan strategis tetap membutuhkan pemahaman sosial, budaya, dan etika.

5. Kewirausahaan

Meski AI dan pembelajaran mesin menawarkan gaji tinggi, kewirausahaan mengasah kemampuan mahasiswa untuk membidik peluang yang tidak terlacak algoritma. Kewirausahaan mendorong adaptabilitas, kreativitas, dan keberanian mengambil resiko.

6. Teknologi Pendidikan

Dunia pendidikan tengah dihadapkan dengan transformasi besar-besaran. Permintaan tenaga pendidik yang kompeten untuk mengintegrasikan metode pengajaran tradisional dan teknologi digital kian meningkat. Terlebih keadaan saat ini yang mengalami kekurangan tenaga pengajar berkualitas di berbagai negara khususnya di bidang IT. 

Siap !!!!





Komentar

Possitive_Negative

12 Hukum Universal, Ringkasan

                                                                   Picture. Ukuran Mutiara Laut by Kausalina                                    Budaya kuno selalu secara intuitif mengetahui tentang 12 hukum universal. Hukum-hukum tersebut dianggap sebagai hukum intrinsik dan tidak berubah di alam semesta kita yang sering dikaitkan dengan meditasi untuk kebebasan dan pencerahan. Hukum-hukum tersebut dapat dikaitkan dengan filsafat hermetis yang berasal dari tempat-tempat kuno seperti Mesir, Machu Pichu, dan bahkan budaya-budaya yang sekarang ditemukan yang sudah ada sebelum Banjir Besar. Daftar hukum kuno tersebut masih ada dan banyak orang di seluruh dunia masih menggunakannya hingga saat ini. Dipercaya, bahkan oleh ...

Mengenal Seni Shibori untuk membuat Kerajinan Jumputan Motif Kain Bangun Datar

 Sejarah Kain Jumputan Kain jumputan dikenal juga dengan sebutan kain pelangi. Pada zaman Sriwijaya, Sumatera dan Jawa dikenal dengan adanya kain patola sutera, sehingga dapat disimpulkan bahwa munculnya seni jumputan diperkirakan dengan masuknya kain sutera dan benang yang didatangkan dari Cina abad ke-7 sampai ke-8. Terdapat bukti sejarah tentang ditemukannya teknik batik jumputan di Indonesia yakni pada Prasasti Sima pada abad ke-10. Di Jawa, daerah yang mengembangkan Batik Jumputan ini adalah Solo, Yogyakarta, dan pekalongan. Dulu, batik ini diwarnai dengan pewarna alami, teman-teman. Batik Jumputan(Ikat celup ) atau dalam bahasa inggris dikenal tie- dye dan dalam bahasa jepang dikenal shibori. Shibori adalah teknik menghias kain atau bahan tekstil yang dilakukan dengan cara mencelup kain yang sudah diikat, dijahit, atau dilipat sesuai pola tertentu. Sedangkan jumputan adalah teknik batik yang menggunakan bahan perintang berupa batu, biji atau kelereng pada bidang kain lalu ika...

Fenomena Proses Kewirausahaan di Indonesia

  Source. Kausalina, 2025           Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2023 mencatat bahwa jumlah wirausahawan di Indonesia mencapai lebih dari 56 juta orang. Namun, jumlah tersebut hanya sebesar 3,47 persen dari total penduduk Indonesia.            Selain itu, jumlah wirausahawan muda berusia 20-29 tahun masih cukup rendah, yakni sebesar 6,1 juta orang, atau kurang dari 11 persen dari total wirausahawan di Indonesia.           Angka tersebut jauh di bawah jumlah wirausahawan berusia 50 tahun ke atas yang tercatat sejumlah 23,9 juta jiwa, atau 42,68 persen dari total wirausahawan di Indonesia.           Saat ini Indonesia memiliki populasi anak muda yang sangat besar. Jumlah Generasi Z dan milenial di Indonesia melebihi setengah dari jumlah populasi Indonesia, dengan Generasi Z mencapai 74,93 juta jiwa dan generasi milenial mencapai 69,38 juta jiwa. ( https://w...