Banyak Perusahaan Melepaskan Karyawan Gen Z, Ini Ternyata Penyebabnya
Generasi Z akan menghadapi tahun 2025 yang penuh tantangan. Mereka yang baru lulus sekolah menghadapi kesulitan mencari pekerjaan, dan banyak orang yang sudah bekerja dipHK. Intelligent, sebuah platform yang menawarkan konsultasi tentang pendidikan dan karier, melakukan survei baru-baru ini yang mengungkapkan informasi tentang pekerja Gen Z.
Menurut survei tersebut, sekitar enam dari sepuluh perusahaan telah memecat karyawan baru yang dikontrak pada tahun ini karena berbagai alasan, termasuk kurangnya motivasi, kurang profesionalisme, dan keterampilan komunikasi yang buruk.
Kepala Penasihat Pendidikan dan Pengembangan Karier Intelligent mengatakan bahwa siswa baru sering kesulitan beradaptasi dengan lingkungan kerja karena lingkungan pendidikannya sangat berbeda.
"Banyak yang belum siap untuk menghadapi suasana kerja yang tidak terstruktur, dinamika budaya perusahaan, dan ekspektasi yang tidak realistis.
Menurut laporan lain yang dirilis pada April, banyak generasi Z masih bergantung pada dukungan orang tua saat mencari pekerjaan. Menurut survei yang dilakukan oleh ResumeTemplates, tujuh puluh persen orang yang menjawab mengatakan mereka meminta bantuan orang tua mereka selama proses mencari pekerjaan.
Bahkan 25% kandidat membawa orang tua mereka saat wawancara kerja, dan sebagian lainnya meminta orang tua mereka membantu dengan resume atau lamaran.
1. Kurangnya inisiatif atau motivasi (50 persen),
2. Keterampilan organisasi yang buruk (46 persen),
3. Keterampilan komunikasi yang buruk (39 persen),
4. Kesulitan menerima masukan (38 persen),
5. Pengalaman kerja yang tidak relevan (38 persen),
6. Keterampilan pemecahan masalah yang kurang (34 persen), dan
7. Ketidakcocokan budaya kerja (31 persen).
Komentar
Posting Komentar