Langsung ke konten utama

Mengapa Makanan Khas Daerah perlu di Modifikasi ?

Source. Kausalina



Mengapa harus mempelajari makanan nabati dan hewani modifikasi khas daerah ?

1. Modifikasi makanan khas daerah memiliki tujuan menambah daya tarik makanan
bagi konsumen. (Bahannya mudah didapat)
2. Rancangan modifikasi dapat berupa rasa, bentuk dan sistem pengolahannya.
3. Bahan baku pangan yang dapat dimodifikasi adalah bahan nabati dan hewani.
4. Tujuan pengkayaan kuliner nusantara.
5. Menarik wisatawan nasional maupun internasional 


Pengolahan Makanan modifikasi  adalah makanan yang telah diubah atau dimodifikasi dari
bentuk aslinya. Makanan ini biasanya dimodifikasi dengan tujuan meningkatkan
kualitas, rasa, kandungan gizi, atau merubah tampilannya. Konsumen saat ini
memang lebih tertarik untuk mencari makanan modifikasi jenis tersebut. Hal ini karena
mereka ingin mencoba pengalaman rasa yang baru dan berbeda dari makanan yang
biasa mereka konsumsi.

Salah satu jenis makanan modifikasi yang populer adalah makanan organik. Makanan
organik adalah makanan yang ditanam atau diproduksi tanpa menggunakan bahan
kimia sintetis seperti pestisida, herbisida, dan pupuk buatan. Konsumen yang memilih
makanan organik biasanya ingin menghindari paparan bahan kimia berbahaya dalam
makanan mereka dan mengonsumsi makanan yang lebih sehat.

Selain itu, makanan plant-based atau makanan yang tidak menggunakan bahan-bahan
dari hewan juga semakin populer di kalangan konsumen. Hal ini karena semakin
banyak orang yang memilih untuk menjadi vegetarian atau vegan karena alasan
kesehatan, lingkungan, atau etika.

Dalam sumbangan industri makanan modifikasi jenis, konsumen juga mencari
makanan fungsional yang memiliki manfaat kesehatan tertentu, seperti makanan
rendah gula, makanan rendah kalori, dan makanan yang mengandung probiotik.

Contoh :

1. Pisang Goreng
Source. Kausalina


Pisang goreng memang menjadi salah satu jenis gorengan yang paling banyak dicari.
Selain rasanya yang manis dan tekstur kulitnya yang crispy, camilan ini biasanya juga
dinikmati bersama kopi. Jadi, kalau Kamu memiliki coffee shop, tidak ada salahnya nih
mencoba untuk menghadirkan pisang goreng yang sudah dikreasikan, seperti pisang
nugget maupun pisang goreng dengan aneka topping kekinian.

2.Bakmi Ayam with Foie Gras

Source. Kausalina

Salah satu menu andalan di Union, Plaza Senayan adalah Bakmi Ayam with Foie Gras.
Tentu aja mie ayam di sini sudah naik kelas karena penyajiannya menggunakan foie
gras. Harganya pun jadi mahal banget kalau biasanya kamu bisa membeli mie ayam
dengan harga Rp 10.000, Bakmi Ayam with Foie Gras ini harganya menjadi Rp 105.000.

3. Foie Gras Duck Timlo
Source. Kausalina

Kali ini timlo khas Solo diubah menjadi makanan kekinian yang tentu jadi super
mewah. Gimana enggak mewah foie gras itu dikenal sebagai salah satu bahan
makanan termahal di dunia. Tentu aja timlo khas Solo punya rasa yang lebih kaya lagi
kalau dipadu dengan foie gras. 

4. Ayam Geprek Mozzarella

Source. Kausalina

Makanan yang sering kamu dengar ini adalah makanna khas dari Yogyakarta. Kata
geprek sendiri merupakan bahasa Jawa yang artinya hancur atau remuk. Saat ini
sudah banyak yang memodifikasi makanan ayam geprek ini dengan menambahkan
mozarella.

5. Cireng

Source. Kausalina

Camilan yang ini asalnya dari provinsi Jawa Barat dan terbuat dari tepung tapioka.
Sebelum dikenal sebagai makanan kekinian, cireng biasanya kerap ditemukan di
penjual gorengan. Namun, sekarang sudah banyak yang menjual cireng dengan kreasi
isian, seperti sosis, keju, kornet, maupun bakso.
6. Surabi

Source. Kausalina

Kue yang satu ini biasanya terkenal di daerah Jakarta, Bogor, Bandung, Solo, dan
Surabaya. Dahulu, serabi biasanya dinikmati dengan pilihan topping yang terbatas,
seperti oncom, gula, maupun selai durian. Namun. Saat ini, pilihan topping kue surabi

7. Kue Cubit
Source. Kausalina

Kue cubit memiliki rasa yang manis serta dapat dibuat setengah matang sehingga
terasa sangat lezat. Dulu, kue cubit biasanya hanya ditaburi meses coklat saja. Akan
tetapi kini, Kamu bisa memodifikasinya dengan aneka topping, seperti oreo, keju,
sampai green tea dan red velvet.


😇

Komentar

Possitive_Negative

12 Hukum Universal, Ringkasan

                                                                   Picture. Ukuran Mutiara Laut by Kausalina                                    Budaya kuno selalu secara intuitif mengetahui tentang 12 hukum universal. Hukum-hukum tersebut dianggap sebagai hukum intrinsik dan tidak berubah di alam semesta kita yang sering dikaitkan dengan meditasi untuk kebebasan dan pencerahan. Hukum-hukum tersebut dapat dikaitkan dengan filsafat hermetis yang berasal dari tempat-tempat kuno seperti Mesir, Machu Pichu, dan bahkan budaya-budaya yang sekarang ditemukan yang sudah ada sebelum Banjir Besar. Daftar hukum kuno tersebut masih ada dan banyak orang di seluruh dunia masih menggunakannya hingga saat ini. Dipercaya, bahkan oleh ...

Mengenal Seni Shibori untuk membuat Kerajinan Jumputan Motif Kain Bangun Datar

 Sejarah Kain Jumputan Kain jumputan dikenal juga dengan sebutan kain pelangi. Pada zaman Sriwijaya, Sumatera dan Jawa dikenal dengan adanya kain patola sutera, sehingga dapat disimpulkan bahwa munculnya seni jumputan diperkirakan dengan masuknya kain sutera dan benang yang didatangkan dari Cina abad ke-7 sampai ke-8. Terdapat bukti sejarah tentang ditemukannya teknik batik jumputan di Indonesia yakni pada Prasasti Sima pada abad ke-10. Di Jawa, daerah yang mengembangkan Batik Jumputan ini adalah Solo, Yogyakarta, dan pekalongan. Dulu, batik ini diwarnai dengan pewarna alami, teman-teman. Batik Jumputan(Ikat celup ) atau dalam bahasa inggris dikenal tie- dye dan dalam bahasa jepang dikenal shibori. Shibori adalah teknik menghias kain atau bahan tekstil yang dilakukan dengan cara mencelup kain yang sudah diikat, dijahit, atau dilipat sesuai pola tertentu. Sedangkan jumputan adalah teknik batik yang menggunakan bahan perintang berupa batu, biji atau kelereng pada bidang kain lalu ika...

Fenomena Proses Kewirausahaan di Indonesia

  Source. Kausalina, 2025           Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2023 mencatat bahwa jumlah wirausahawan di Indonesia mencapai lebih dari 56 juta orang. Namun, jumlah tersebut hanya sebesar 3,47 persen dari total penduduk Indonesia.            Selain itu, jumlah wirausahawan muda berusia 20-29 tahun masih cukup rendah, yakni sebesar 6,1 juta orang, atau kurang dari 11 persen dari total wirausahawan di Indonesia.           Angka tersebut jauh di bawah jumlah wirausahawan berusia 50 tahun ke atas yang tercatat sejumlah 23,9 juta jiwa, atau 42,68 persen dari total wirausahawan di Indonesia.           Saat ini Indonesia memiliki populasi anak muda yang sangat besar. Jumlah Generasi Z dan milenial di Indonesia melebihi setengah dari jumlah populasi Indonesia, dengan Generasi Z mencapai 74,93 juta jiwa dan generasi milenial mencapai 69,38 juta jiwa. ( https://w...